Posts

Showing posts with the label lingkungan

Menunggu Aksi Restorasi BRG

Kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2015 telah menyebabkan banyak kerugian. Terutama kerusakan lahan gambut. Pemerintah pun merespon dengan membentuk Badan Restorasi Gambut. ===================== Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaksir kerugian akibat bencana karhutla dan kabut asap mencapai lebih dari Rp 20 triliun . Sebuah kerugian yang tidak kecil. Agar bencana kebakaran lahan gambut tak terulang, akhirnya Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk Badan Restorasi Gambut. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar men jelas kan Peraturan Presiden yang menjadi payung Badan Restorasi Gambut (BRG) adalah Perpres No 1 Tahun 2016, yang dikeluarkan pada 6 Januari 2016 . "Badan ini ber tugas menata lanskap ekologi yang namanya gambut. Dia harus selamat dan tidak boleh terbakar atau membuat kebakaran," kata Siti di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, belum lama ini . Menurut Siti, badan ini bertugas...

Lapindo yang Kembali Tebar Ancaman

Image
Keluarnya izin pengeboran dan izin lokasi di Desa Kedungbanteng menjadi bukti tidak sensitifnya pemerintah terhadap kondisi masyarakat. P emerintah seperti tidak belajar dari bencana sebelumnya . ==================== Mendengar PT Lapindo Brantas mengumumkan rencana pengeboran migas di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur , sontak w arga Desa Glagahharum, Kecamatan Porong dan sekitarnya , merasa resah. Lokasi itu, hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pengeboran lumpur Lapindo sebelumnya, Sumur Banjar Panji 1, yang telah mengubur Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, sejak 31 Mei 2006 silam. Juru bicara Desa Glagaharum yang tergabung dalam Korban Lapindo Menggugat, Khobir , mengatakan, warga yang berada dekat lokasi pengeboran sepakat menolak, lantaran trauma dampak semburan lumpur yang terjadi sembilan tahun terakhir. Tidak hanya bahaya luberan lumpur panas, warga sudah pernah merasakan ketakutan akibat banjir air lumpur...

Dengan Wawong Melawan Kebun Ilegal Sawit

Image
  Selama ini wawong atau kumbang menjadi momok pemilik sawit dan terus diupayakan untuk dibasmi. Kali ini, di tangan pegiat lingkungan, wawong justru dikembang-biakkan buat dijadikan pasukan melawan perkebunan sawit ilegal. =============== Lantaran begitu gerah dan kesal melihat pembukaan kebun sawit di dalam hutan secara ilegal, sejumlah mahasiswa dan sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Jawa dan Sumatera yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Menolak Sawit Ilegal (KPMSI) aktif melakukan perlawanan. Mereka membunuh dan menghancurkan perkebunan sawit ilegal menggunakan binatang bernama wawong atau kumbang sawit. Hasil penelitian selama lebih dari setahun, wawong atau kumbang dianggap sebagai musuh dan hama paling ditakuti sawit. Wawong mampu memakan buah sawit baru tumbuh, batang, daun ataupun tunas. “Wawong mampu membunuh pohon sawit dan buah sekaligus. Mampu memakan kapan saja. Musuh bebuyutan sawit dan musuh utama pengusaha sawit,” kata Dudi FN, tim pene...

Nasib Biawak Asli Kalimantan

Image
Setiap daerah di nusantara ini punya hewan endemik. Di Bumi Borneo, ada Lanthanotus borneensis alias biawak tak bertelinga yang baru-baru ini muncul di radar pengetahuan. Termasuk meramaikan dunia penyelundupan satwa langka . ================= Peristiwanya sudah agak lama terjadi. B er mula tatkala warga di sebuah perkampungan kecil di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, te ng an kerja bakti membangun bendungan untuk kebutuhan air bersih desa, 22 September 2014. Di tengah kesibukan kerja, tiba-tiba salah seorang warga, Faulunsius Atet , berteriak lantang , “Biawak… ada biawak…” W arga yang lain pun berlarian ke arah sumber suara itu. Di sana, Atet sedang mengamati makhluk aneh di balik bebatuan sungai. Tampak kulit satwa itu bergerigi dari kepala hingga ekor. Menyerupai buaya dengan warna kecokelatan. Panjang tubuhnya sekitar 50 cm . Melihat peristiwa itu, aparat ur desa setempat, Jeaksen Thungku, spontan mengambil kamera saku miliknya. Satwa en...

Para Pengusaha Tambang di Balik Pilgub Kalimantan Selatan

Image
(Foto: Greenpeace.org) Pengamat Sosial Politik Universitas Islam Kalimantan, Uhaif Asad, memprediksi sektor lingkungan hidup dan Sumber Daya Alam di Kalimantan Selatan, bakal menghadapi kerusakan masif setelah pilkada serentak. Musababnya, semua pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, disokong jaringan para pengusaha tambang batubara yang beroperasi di provinsi itu. Pilgub Kalsel diikuti tiga paslon, yakni Ziarullah Azhar – M. Syafi’i; Sahbirin Noor – Rudy Resnawan; dan Muhidin – Gusti Farid Hasan Aman. Walhasil, kata dia, para juragan tambang seolah menjadi bandar politik dalam kontestasi pilgub Kalimantan Selatan. “Haji Isam memback up Sahbirin Noor, Muhidin latar belakang pengusaha tambang dan punya IUP. Zairullah Azhar bukan pengusaha, tapi dia bekas bupati Tanah Bumbu yang banyak menerbitkan izin pertambangan,” kata Uhaif, Jumat pekan lalu. Pola hubungan ini, kata Uhaif, membuka ruang membangun strategi patronase politik demi mengamanka...

Mengembalikan Kakatua Jambul Kuning ke Alam Liar

Image
Pesona bulu indah nan cantik atau kicau yang menyiratkan harmoni alam acap membuat manusia memburu burung-burung langka demi memenuhi kesenangan alias hobi. Manusia tak menyadari, kembang-biak yang amat lambat, menjadikan burung-burung langka itu terancam punah. =============== Masih segar di ingatan kita bahwa burung cantik berwarna kuning yang menderita gara-gara perdagangan ilegal. Burung dengan nama ilmiah Cacatua Sulphurea itu dimasukkan secara paksa ke dalam botol kecil sehingga ada yang sampai harus meregang nyawa. Cacatua sulphurea atau lebih dikenal dengan nama Kakatua   Jambul Kuning itu telah lama meramaikan perdagangan satwa yang dilindungi. Populasi Kakatua Jambul Kuning kini menurun dan, bahkan, mendekati kepunahan. Kakatua Jambul Kuning sesungguhnya burung yang suka hidup di alam liar. Belakangan banyak dipelihara oleh para pehobi, tak terkecuali pehobi di Jakarta dan sekitarnya. Berangkat dari gejala mendekati kepunahan dan menyelamatkan Kakatua Jambu...