Yogyakarta Bukan Kota Kriminal


Yogyakarta Bukan Kota Kriminal

 

Pasca terjadinya peristiwa penembakan di Lapas Cebongan, Sleman Yogyakarta beberapa waktu lalu muncul anggapan seolah-olah Yogyakarta menjadi kota kriminal sehingga tidak aman untuk dikunjungi. Menanggapi hal ini Ketua Badan Promosi Pariwisata Yogyakarta, Deddy Pranowo Eryono mengaku sangat tidak setuju jika kejadian tersebut kemudian melabelkan Yogyakarta sebagai kota kriminal. Menurutnya, Yogyakarta tetap aman dikunjungi. Jumlah kunjungan wisata pun tetap normal tidak terpengaruh dengan pemberitaan tersebut.

Deddy juga menghimbau kepada media massa nasional agar tidak terlalu melebih-lebihkan pemberitaan mengenai aksi premanisme di Yogyakarta. Upaya ini untuk membangun image bahwa pariwisata di Yogyakarta tetap aman dan nyaman. Bagaimanapun pariwisata berbanding lurus dengan factor keamanan. Untuk menciptakan keamanan maka pihak aparat penegak hukum harus benar-benar berfungsi.
Dalam kacamata sosiologi, preman atau free man adalah orang yang tidak mentaati aturan hukum, sosial dan budaya. Karakter orang seperti ini bisa muncul dimana-mana tidak terbatas pada kalangan sosial tertentu, bahkan pejabat pun bisa berkelakuan seperti preman. Demikian diungkapkan oleh Sosiolog Kriminal UGM, Drs.Suprapto, SU.

Terkait dengan mencuatnya peristiwa aksi kekerasan di Lapas Cebongan, Suprapto menilai bukan berarti Yogyakarta tidak aman. Masyarakat harus bisa membedakan antara preman dan premanisme. Preman adalah pelaku dan premanisme adalah tindakannya yang bisa dilakukan tak hanya oleh preman tetapi juga orang berprofesi lain. Tidak menutup kemungkinan di Yogyakarta juga ada preman seperti di kota-kota lainnya. Namun demikian, bukan berarti Yogyakarta menjadi kota preman karena hingga hari ini Yogyakarta tetap kondusif untuk  dikunjungi.
Aksi preman biasanya terjadi di tempat-tempat yang rawan control sosial. Oleh karenanya, masyarakat yang melihat praktek premanisme harus berani melapor ke pihak berwajib dengan disertai bukti-bukti kuat. 

www.jogjatv.tv 
    

Comments

Popular posts from this blog

Seri-Taspen: SEJARAH, JATI DIRI DAN PROBLEMATIKA

Temuan Riset: Kepolisian dan Pemerintah Daerah Tidak Paham Apa itu Ujaran Kebencian

Kekerasan di Perkotaan