5 Kejahatan Jalanan yang Bisa Mengancam Wisatawan
Saat traveling, kebanyakan waktu dihabiskan di jalan. Ini membuat
wisatawan lebih rentan jadi korban kejahatan. Agar lebih berhati-hati, inilah 5
kejahatan jalanan yang bisa mengancam wisatawan.
Berada di tempat baru membuat wisatawan harus pintar-pintar membaca
situasi. Lengah sedikit, bisa saja Anda jadi korban kejahatan. Disusun
detikTravel, berikut 5 kejahatan jalanan yang mengintai para wisatawan:
1. Peminta sumbangan
Memberi sedikit sumbangan untuk orang yang membutuhkan memang suatu
kebaikan yang harus dilakukan. Namun berhati-hatilah, tidak semua peminta
sumbangan benar-benar membutuhkan tetesan dana Anda. Karena ada beberapa
peminta sumbangan akan mengambil uang Anda tanpa sadar.
Orang ini akan menghentikan Anda di tengah jalan, dan dengan nada yang
lembut dan tutur yang menyenangkan akan mengajak berbincang sebentar.
Lama-kelamaan, ia akan meminta uang Anda dengan tidak sedikit. Sayangnya,
banyak wisatawan yang tertipu dengan hal ini dan dengan tanpa sadar memberikan
sejumlah uangnya untuk orang jahat tersebut.
2. Pencopet terselubung
Inilah jenis kejahatan yang paling banyak dialami oleh para traveler.
Copet tidak hanya di Indonesia namun juga ada di seluruh dunia, termasuk Eropa
dan Amerika. Lebih cerdik dari merobek tas dengan silet, para penjahat ini
punya beragam cara mencopet.
Cara pertama adalah membersihkan kotoran yang ada di bahu Anda. Sewaktu
berjalan di tempat umum, berhati-hatilah jika ada orang yang tiba-tiba
membersihkan baju atau bahu Anda. Mereka akan berkata bahwa bahu Anda terkena
kotoran burung atau sejenisnya.
Nah, selagi Anda sibuk mencari di mana kotoran tersebut, tangan sang
copet berkelana ke kantong dan mengambil barang-barang berharga. Perhatikan
gelagat ini dan segera jaga barang berharga Anda.
Masih banyak jenis pencopet yang harus Anda hindari. Jika ada anak kecil
yang tiba-tiba bergerombol di sekeliling Anda. Berhati-hatilah karena tangan
kecil mereka bisa dengan lincah menelusup ke kantong dan mengambil
barang-barang Anda.
3. Orang terlalu ramah
Ini biasanya terjadi pada traveler yang berjalan sendiri di tempat umum.
Seorang lawan jenis akan mendekati Anda dan berbincang mengenai apa saja dengan
alur yang menyenangkan dan membuat Anda lupa diri.
Selanjutnya, ia akan mengajak Anda makan di restoran atau kafe sekitar.
Sepanjang makan, ia akan menjadi sangat menarik dan membuat Anda betah
berlama-lama dengannya. Hingga saat menu sudah keluar semua dan makanan pun
habis, ia akan izin ke toilet.
Akhirnya tentu sudah bisa diketahui, teman baru Anda sudah hilang entah
ke mana. Anda pun ditinggalkan dengan tagihan yang membengkak.
4. Dicegat polisi gadungan
Tidak selamanya polisi bisa jadi penolong Anda. Maka dari itu, jelilah
saat melihat polisi di tempat liburan. Kebanyakan di banyak tempat wisata, ada
penjahat yang menyamar jadi polisi.
Mereka akan berpatroli ke sekeliling objek wisata untuk mencari turis
yang kira-kira bisa menjadi korban. Sang korban biasanya akan ditanyai paspor
dan visa, lalu mereka akan berpura-pura melihat-lihat berkas pribadi tersebut.
Selanjutnya, mereka akan mencari kesalahan korban yang berujung harus
membayar denda. Kejahatan ini sering terjadi di jalan dan banyak korban yang
sudah berjatuhan. Karena, siapa pula yang berani melawan polisi?
Untuk itu, pastikan bahwa Anda tidak melakukan sesuatu yang salah.
Kalaupun tiba-tiba didatangi polisi dan dijatuhkan hukuman tiba-tiba, ajak sang
polisi untuk mengurus kasusnya di kantor polisi terdekat. Jika mereka gadungan,
dengan cepat mereka akan lari.
5. Penjual gelang
Gelang etnik memang menarik untuk dijadikan oleh-oleh atau pernik di
tangan. Namun jika harganya selangit, akan jadi lain lagi ceritanya. Pemerasan
yang dilakukan oleh penjual gelang biasanya dilakukan di jalan-jalan.
Nanti, sang penjual akan bertindak sepersuasif mungkin untuk mengajak
Anda bicara, apalagi saat Anda terlihat bingung. Ia akan mendekati dan
menawarkan memberi tahu arah tujuan Anda.
Selagi Anda mendengarkan arahannya, ia akan menyematkan gelang ke tangan
Anda. Kejahatan di jalan ini tidak hanya ditujukan untuk wanita namun juga
pria. Nanti, setelah gelang tersemat di pergelangan tangan Anda, ia akan
memberi harga yang sangat tinggi.
Tidak bisa sekadar melepaskan, beberapa dari mereka akan berteriak bahwa
Anda penipu saat berusaha berargumen dengan para penjahat ini. Maka dari itu,
perhatikan tangan Anda saat bertemu orang seperti itu.
Comments
Post a Comment