Posts

Showing posts with the label premanisme

Nganggur dan Masalah Ekonomi, Motif Klasik Para Jambret Saat Beraksi

Image
* Kejahatan Jalanan Kejahatan jalanan seperti penjambretan dan penodongan dilakukan pelaku karena banyak hal. Kesulitan ekonomi, menjadi salah satu faktor utama alasan pelaku kejahatan melakukan aksi penjambretan dan penodongan. "Kebanyakan memang karena desakan ekonomi. Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi dorongan pelaku kejahatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Jumat (12/12/2014). Pelaku kejahatan jalanan ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi kebanyakan, dilakukan oleh masyarakat di tingkat ekonomi bawah. Pengangguran, menjadi salah satu golongan pelaku yang kerap melakukan aksi penjambretan. "Penjambret ini bisa dilakukan oleh siapa pun, tergantung niatnya dia. Namun dari beberapa kasus yang diungkap kebanyakan dilakukan oleh penganggu...

Mencari Solusi Mengatasi Perampok di Jalanan

Image
Shutterstock Ilustrasi penjahat bersenjata api. Duduk mengelilingi meja rapat kecil di unit kerja, Andri dan lima teman berdiskusi mencari cara aman pulang ke rumah dari kantor. Bekerja di bagian desain grafis memaksa mereka pulang dari kantor dini hari. ”Kalau sudah selesai kerja sebelum pukul satu pagi, kami langsung pulang. Kalau sudah lewat, pulang pagi saja agar jalanan masih ramai kendaraan,” kata Iwan, rekan Andri. Diskusi kian serius mengingat Andri baru-baru ini hampir menjadi korban percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan. Saat mengendarai sepeda motor Honda Vario, Andri dipepet dan dibacok oleh komplotan perampok. Untunglah, perampokan itu gagal. Suara dari mobil yang mendekat membuat komplotan pergi begitu saja dan meninggalkan Andri yang terjatuh. Sepeda motor Andri aman alias tidak jadi dirampas oleh perampok. Ternyata, tiga rekan Andri juga pernah menjadi korban perampok. Kondisi saat perampokan nyaris selalu sama. Mereka dirampok saat melintas di j...

KISAH GENG MOTOR : Qzruh, Joxzin Hingga Klewang

Image
Ilustrasi Geng Motor Ditangkap Polisi JIBI/Harian Jogja/Antara Aksi pelemparan molotov di SMKN 3 Jogja diduga dilakukan oleh geng motor. Bagaimana ulah dan perilaku geng motor itu berikut laporannya. Di era 1980-1990, di Jogja memiliki dua kelompok geng motor yang cukup ditakuti. Keduanya adalah Qzruh dan Joxzin. Entah siapa yang pertama kali mendirikan, Qzruh yang merupakan singkatan dari Q-ta Zuka Ribut Untuk Hiburan tumbuh di daerah Jogja bagian Utara. Kelompok ini biasanya nongkrong di sekitar Jl Jenderal Sudirman atau sekarang menjadi Galeria Mall. Adapun Joxzin adalah singkatan dari Joxo Zinthing atau juga banyak yang bilang Pojox Benzin. Disebut demikian karena tempat berkumpulnya kelompok itu berada di pojokan pom bensin timur Bank Indonesia. Kedua kelompok itu dahulunya sering bentrok satu sama lainnya. Bentrokan terjadi saat keduanya bertemu dan konvoi sepeda motor. Sejumlah senjata tajam sering dibawa kelompok tersebut, sehingga sering jatuh korban dalam bent...

Wah, Anak Polisi Malah Jadi Penjahat

Image
AP Penjahat bersenjata tajam/ilustrasi R (16 tahun), seorang anak anggota polisi warga Kota Pekanbaru, Riau, yang diduga sebagai pelaku kejahatan di jalanan seperti perampasan, penganiayaan dan pengrusakan hingga pemerkosaan berhasil ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria dihubungi per telepon, Selasa, mengatakan, R juga diduga sebagai anggota kelompok geng motor yang selalu berbuat brutal. Kelompok geng motor ini, kata dia, diketuai oleh Klewang (57) yang saat ini juga telah diamankan bersama sejumlah 'paglimanya' dan para anggota kelompok 'sesat' ini. Kompol Arief mengatakan, anak anggota polisi ini juga masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Pekanbaru. "Dia kami jemput dari sekolahnya (Senin 13/5) bersama tiga anggota geng motor lainnya," kata Arief. Dihubungi terpisah, Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes (Pol) Adang Ginanjar mengaku telah mendapat laporan adanya s...

PP Ingin Ubah Paradigma Hanya Andalkan Otot dan Premanisme

Image
Ilustrasi Pemuda Pancasila [google] Pemuda Pancasila (PP) akan tetap konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengawal pluralisme sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itulah, pemahaman organisasi penting dimiliki seluruh kader PP. Demikian dikatakan Wakil Ketua I Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) PP Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) DKI Jaya Johnson Silitonga.  "Kader PP harus berjalan sesuai aturan organisasi. Dulu PP dikenal 80 persen otot dan 20 persen otak, sekarang sebaliknya kami andalkan 80 persen otak dan 20 persen otot. Target kami bisa rekrut 50 persen kaum intelektual, 20 persen kaum mapan serta 30 persen grass root. PP siap kawal keutuhan Pancasila, NKRI dan pluralisme," kata Johnson di Jakarta, Rabu (1/5) pagi. Johnson menegaskan, pimpinan PP di tingkat ranting diharapkan bisa berkoordinasi dengan lurah setempat. Ketua ranting harus beraudiensi dengan para lurah. Jangan sampai lurah justru mengenal ketua rant...

Kebuntuan dan Premanisme

Preman dan premanisme adalah masalah yang bisa diselesaikan oleh masyarakat sendiri waktu masih berskala kecil dan terbatas pada kebutuhan hidup orang-orang yang tidak tersentuh sistem pendidikan, sistem jaminan sosial maupun sarana dan kesempatan berusaha." Beberapa peristiwa yang muncul belakangan ini, dan cukup mengejutkan banyak pihak, melibatkan fenomena tindakan main hukum sendiri. Yang paling menonjol tentunya adalah eksekusi liar oleh sejumlah anggota militer di dalam penjara Cebongan, Yogyakarta, atas sejumlah tersangka yang diduga melakukan pengeroyokan sampai mati terhadap seorang intel militer. Mereka yang dieksekusi diduga adalah para preman yang belakangan sering mengacau keamanan dan ketenteraman Yogyakarta. Eksekusi terhadap preman bukan hal baru. Awal tahun 1980’an, Soeharto memerintahkan tindakan gabungan militer dan polisi untuk melakukan tindakan terkoordinasi terkait dengan tingginya angka kriminalitas waktu itu. Hasilnya preman besar dan kecil, termasuk...

72 Tukang Becak Demo Mengecam Premanisme

Image
KOMPAS.com/Yustinus wijaya kusuma Para Tukang Becak Di Yogyakarta mengelar aksi mengajak pemerintah dan semua elemen masyarakat bahu-membahu menciptakan keamanan dan kenyamanan Yogyakarta.   Sebanyak 72 becak berjalan beriring-iringan dari mulai taman parkir Abu Bakar Ali menuju DPRD Provinsi dan berakhir di depan Alun-alun Utara Yogyakarta, Kamis (11/4/2013).  Tak seperti biasanya, becak yang berjalan beriringan ini ditempeli dengan berbagai poster yang bertuliskan "Stop Premanisme, Jogja adalah Kota Wisata dan Budaya". Koordinator Paguyuban Becak Wisata Yogya, Ngadiono mengatakan, aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatianan atas situasi Jogja yang pascaterjadinya aksi premanisme yang menjadikan kota ini sepi wisatawan. Kondisi seperti ini membuat pendapatan berkurang. "Tiga minggu pascakejadian di Lapas Cebongan,kami sepi penumpang," ungkap Ngadiono, Kamis (11/4/20...

Hapus Premanisme, RUU KUHP Ancam Pembawa Senjata Minimal 2 Tahun Bui!

Maraknya premanisme belakangan ini mengundang keprihatinan. Hal ini dirasakan oleh Tim Perumus RUU KUHP dan mengadopsinya dengan hukuman minimal 2 tahun bui. Termasuk pelajar yang membawa senjata tajam! "Timbulnya kejahatan adalah adanya senjata. Makanya dirumuskan dengan cukup berat yaitu memakai ancaman hukuman minimal 2 tahun penjara," kata pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Dr Mudzakkir saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/4/2013). Dalam RUU KUHP Pasal 295 disebutkan Setiap orang yang tanpa hak memasukkan ke wilayah negara Republik Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan, memiliki, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari wilayah negara Republik Indonesia senjata pemukul, penikam, atau penusuk, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 9 tahun . "Termasuk bagi pelajar yang ke se...

Melawan Premanisme Kita Bisa

Karena diduga melakukan pemerasan terhadap warga dan melakukan pengrusakan di kompleks ruko PT. Tjakra Multi Strategi, Srengseng, Jakarta, Hercules dan 50 anak buahnya ditangkap polisi. Istimewa dalam kejadian ini sebab polisi berani menangkap seorang tokoh preman yang kelasnya bukan preman kelas terminal atau pinggir jalan. Bahkan dalam penangkapan itu, saat digiring ke tahanan Resmob, Hercules diborgol, diapit oleh dua penyidik Resmob berompi antipeluru, dan disuruh jalan jongkok sejauh 30 meter. Apa yang dilakukan oleh polisi itu menunjukan bahwa sebenarnya, aparat kita, polisi, bisa memberantas preman dan premanisme bila serius dan sungguh-sungguh. Selama ini premanisme marak dan berkeliaran di masyarakat karena ada dugaan tidak seriusnya aparat dalam menindak mereka. Menindak preman dan premanisme memang bukan perkara yang mudah. Banyak akar permasalahan yang menyebabkan penyakit sosial itu tumbuh di masyarakat, seperti faktor sempitnya lapangan pekerjaan, kemiskinan, kebod...

Doa Terakhir Seorang Preman

Di sebuah kota besar yang padat penduduk, hiduplah seorang preman yang sudah berkali-kali melakukan perbuatan jahat dan keji. Loreng, begitu orang mengenalinya. Konon pria ini sudah sering keluar masuk penjara. Tubuhnya dempal dan berkulit hitam. Rambut keriting, agak gondrong dengan beberapa bekas luka mengerikan ada di wajah dan lengannya. Ia sering memalak orang-orang yang dianggapnya lemah. Sehari ia bisa dapat Rp 200 ribu dan bila ia sedang merampok namun tak terciduk polisi, Loreng bisa memegang hingga dua juta di saku rompi kulitnya yang bau rokok. Ia akan tertawa girang setengah serak dengan komplotannya. Namun bila ia terciduk oleh polisi, maka ia harus bertahan di dalam penjara. Syukur bila ia disegani oleh penghuni selnya, namun bila ia menemukan lawan lebih kuat, kadang Loreng bisa babak belur di sana. Baru sebulan lalu Loreng bebas dari penjara, setelah untuk keenam kalinya ia masuk dalam bui. Meski begitu, Loreng tidak kapok. Rokok masih menjadi kembang gulanya...

Ketika Para Preman (Kota Malang) Mengadakan Pengajian

Kota Malang, dulu identik dengan kota preman. Sebab di sanalah muncul kelompok-kelompok muda yang cenderung atau bahkan sering melakukan perbuatan melawan hukum atau setidaknya sering membuat masyarakat kawatir. Entah kapan kelompok ini lahir. Beberapa pengamat mengatakansekitar awal tahun 60an, bersamaan dengan munculnya bahasa walikan. Bahasa khas Malang. Nama-nama kelompok yang cukup disegani dan ditakuti saat itu misalnya Moprat singkatan dari Monyet Prapatan, Higam ( Hidup Gembira Awet Muda ), dan Madesu ( Masa Depan Suram ). Kelompok ini tenggelam dan tidak ada lagi eksistensi setelah adanya ‘penembakan misterius’ terhadap para tokohnya di tahun 80an. Namun, bukan berarti kelompok muda yang senang menjadi ‘penguasa informal ‘ jalanan dan pertokoan menjadi habis. Para generasi penerus ( entah dari keluarga atau pengikut setia ) melanjutkan keberadaannya dengan membentuk kelompok yang bersifat ‘agak lunak’ dari para pendahulunya. Mereka menjadi ‘penguasa jalanan dan pert...

Lawan Aksi Premanisme terhadap Perjuangan Buruh!

PERNYATAAN SIKAP PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA Nomor: 430/PS/KP-PRP/e/XI/12 Lawan Aksi Premanisme terhadap Perjuangan Buruh! Hapuskan Sistem Kerja Kontrak/Outsourcing, Tolak Politik Upah Murah! Cabut UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan! Salam rakyat pekerja, Pada tanggal 29 Oktober 2012, aksi premanisme dilancarkan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Masyarakat Bekasi Bergerak (MBB) terhadap buruh-buruh yang melakukan aksi mogok di kawasan industri Bekasi. Tidak tanggung-tanggung, kelompok MBB, yang datang dengan membawa kayu dan pentungan, melakukan penyerangan terhadap buruh yang mogok dan perusakan terhadap posko-posko aksi pemogokan buruh yang didirikan di tiga pabrik (PT United Tractor Pandu Engineering Patria, PT Byung Hwa, dan PT DGW Chemicals). Alhasil, puluhan buruh luka-luka, bahkan tiga orang buruh masuk rumah sakit karena mengalami luka di bagian kepala. Tentunya penyerangan kelompok MBB ini tidak dapat dilepaskan dari situasi-situasi ...