PP Ingin Ubah Paradigma Hanya Andalkan Otot dan Premanisme



Ilustrasi Pemuda Pancasila [google]Ilustrasi Pemuda Pancasila [google]

Pemuda Pancasila (PP) akan tetap konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengawal pluralisme sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itulah, pemahaman organisasi penting dimiliki seluruh kader PP. Demikian dikatakan Wakil Ketua I Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) PP Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) DKI Jaya Johnson Silitonga. 

"Kader PP harus berjalan sesuai aturan organisasi. Dulu PP dikenal 80 persen otot dan 20 persen otak, sekarang sebaliknya kami andalkan 80 persen otak dan 20 persen otot. Target kami bisa rekrut 50 persen kaum intelektual, 20 persen kaum mapan serta 30 persen grass root. PP siap kawal keutuhan Pancasila, NKRI dan pluralisme," kata Johnson di Jakarta, Rabu (1/5) pagi.

Johnson menegaskan, pimpinan PP di tingkat ranting diharapkan bisa berkoordinasi dengan lurah setempat. Ketua ranting harus beraudiensi dengan para lurah. Jangan sampai lurah justru mengenal ketua ranting di pinggir jalan. 

"Setiap aktivitas PP sampai di tingkat kelurahan wajib koordinasi dengan lurah. Jangan sampai lurah kenal dengan ketua ranting di pinggir jalan atau sedang mabuk. Ketua ranting perlu audiens dengan lurah sesuai mekanisme organisasi," tegasnya.

Dia mengungkapkan, BPK PP MPW DKI Jaya sudah menyelenggarakan acara temu kangen untuk berbagi kisah sukses antar sesama kader PP. Acara temu kangen tersebut sekaligus untuk pengenalan terhadap pengurus dan senior-senior PP untuk memberikan aspirasi pada kader-kader PP DKI. 

"Ada beberapa senior yang kami minta hadir sebagai inspirasi bagi kader muda kita yang baru-baru. Karena ini adalah bagian dari program pengkaderan kami," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPW PP DKI Jaya Roberto Rouw mengatakan, banyak kader PP yang berhasil di berbagai bidang. Menurutnya hal tersebut menepis konotasi orang kalau PP tak lepas dari premanisme. 

"Terbukti kami punya kader-kader yang sukses secara nasional. Ruhut Sitompul itu salah satu kader PP. Disini berbagi cerita, bagaimana kesuksesan kader PP di DPR, pemerintahan, dan sebagainya," katanya.

Sedangkan Ketua Bidang Litbang dan Kaderisasi MPW PP DKI Jaya, Arfin Siregar mengatakan, PP ingin mengubah paradigma yang selama ini dikenal lebih banyak mengandalkan otot. Menurutnya saat ini lebih banyak menggunakan intelektual dan pemikiran. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kader PP yang menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, dan lainnya. 

"Dulu PP dikenal premanisme, anarkis, suka buat ribut, hanya jaga lahan parkir. Malam ini orang akan lihat berbagai contoh (kader PP) yang sudah berhasil, ternyata tak seperti yang dikira orang. Kader PP banyak yang jadi, mulai dari Bupati, Walikota, Gubernur, anggota DPRD, DPR, dokter umum, dokter spesialis, sampai lawyer, kita komplit. Saya harap, orang mulai terbuka, kalau PP tak seperti yang mereka bayangkan," katanya. 
www.suarapembaruan.com

Comments

Popular posts from this blog

Tusuk 2 TNI, Pelaku Curanmor Tewas Dimassa

Awas, 6 Tipe Pembunuh Ini Berkeliaran di Facebook!

Lelaki dari Tenggarong (6)