Tusuk 2 TNI, Pelaku Curanmor Tewas Dimassa
Dua anggota TNI Yonif
503/ Mayangkara yang bertugas mengamankan wilayah perbatasan RI-RDTL di
wilayah Kabupaten Belu dan TTU, Sabtu
(20/4) tengah malam lalu menderita luka serius di sekejur tubuh mereka. Dua
anggota TNI itu adalah Praka Kuswanto dan Praka Suhayanto.
Mereka ditikam dengan benda tajam oleh pelaku pencurian sepeda
motor, Adlino Dos Santos, salah seorang warga perkampungan Wedomu Desa Manleten
Kecamatan Tastim di perkampungan Salore
Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Akibat aksi brutal pelaku curanmor itu, korban Praka. Kuswanto mengalami luka
serius pada daerah sekitar perutnya. Dia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Wirasakti Kupang karena sebagian ususnya
keluar dari perutnya. Sementara korban Praka Suhayanto hanya menjalani perawatan
medis intensif di RSUD Atambua karena hanya mengalami luka di bagian
pergelangan tangan kiri.
Peristiwa ini terjadi
ketika dua angggota TNI tersebut berusaha menyelamatkan pelaku curanmor dari amukan massa. Adlino Dos
Santos dituduh sebagai pelaku curanmor milik salah seorang warga Salore
beberapa waktu sebelumnya ketika sedang
mengikuti acara duka di rumah salah seorang warga Salores Sabtu tengah malam
lalu. Dia nekad menusuk kedua anggota TNI itu dengan benda tajam saat dievakuasi menggunakan sepeda motor dari
tengah amukan massa. Saat mengendarai
sepeda motor pelaku curanmor berada ditengah apitan korban penikaman.
Aksi penikaman kedua anggota TNI tersebut sempat menyulut amarah warga setempat. Betapa tidak,
pelaku curamor sekaligus penikaman kedua anggota TNI tersebut langsung diserbu
massa yang sementara berada di tempat kejadian perkara. Akibat aksi brutal
massa Adlino Dos Santos sekarat dan meninggal di RSUD Atambua Minggu (21/4)
pagi setelah menjalani perawatan medis
intensif.
Komandan Satgas TNI 503/Mayangkara yang bertugas di wilayah
perbatas RI-RDTL, Letkol. Freddine Silalahi yang di konfirmasi di Atambua,
Senin (22/4) siang membenarkan peristiwa
penikaman kedua anggotanya oleh pelaku Curanmor tersebut. "Salah seorang
anggota saya sudah di rujuk ke Kupang karena perutnya ditujuk dengan pisau
oleh pelaku pencurian sepeda motor saat
akan diamankan dari amukan massa," ungkap Dansatgas TNI 503, Letkol. Inf. Freddine Silalahi.
Kapolres Belu, AKBP Yudi Priyono melalui Kasat Reskrim ketika
dikonfirmasi wartawan kemarin menjelaskan, peristiwa penghakiman
pelaku pencurian sepeda motor sekaligus penikaman dua anggota TNI tersebut
merupakan buntut dari aksi brutal korban saat
dievakuasi dari tempat kejadian sebelumnya.
"Adelino dituduh sebagai pelaku curanmor saat di tempat
mete (melayat). Jadi, dua anggota TNI itu bermaksud menyelamatkan yang
bersangkutan dari amukan massa makanya mereka langsung angkut pelaku curanmor itu dengan sepeda motor
ke Pos TNI, tapi baru beberapa meter Adelino justeru balik tikam dua anggota
TNI itu dengan pisau sehingga massa marah dan balik keroyok sampai sekarat dan
akhirnya meninggal di Rumah Sakit Umum Atambua Minggu pagi," jelas Kasat
Reskrim Polres Belu. Kejadian ini mendapat perhatian Kapolda NTT, Brigjen Pol.
I Ketut Untung Yoga Ana dengan membesuk korban penikaman ke RS Wirasakti Kupang
pekan lalu.
Comments
Post a Comment