Dituduh Tukang Santet, Ketua RW di NTT Dibacok



Pembunuhan sadis karena mencurigai seseorang sebagai dukun santet terjadi di wilayah Pemerintahan Kabupaten Kupang, Jumat (19/4) sore.

Seorang Ketua Rukun Warga (RW) di Desa Nunbaun Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang, NTT, Arnoldus Pai (50) ditebas lehernya oleh seorang warganya lantaran dicurigai telah mengguna gunai anaknya hingga menderita sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Arnoldus Pai Ketua RW 01 Dusun Satu Desa Nunbaun tewas menggenaskan dengan leher nyaris putus atau setelah tertebas parang yang diayunkan oleh warganya sendiri, Daniel Tafuakan (41) saat pulang melayat putri pelaku yang barusan meninggal dunia.

Antara pelaku dan korban sesungguhnya masih berkerabat sehingga saat Desi Tafuakan (10) Putri tersangka meninggal dunia, korban sebagai Ketua RW turut melayat bahkan ikut membantu mendirikan tenda duka.

Namun naas karena kematian Desy ternyata menjadi bom waktu yang meledakkan emosi ayahnya, Daniel Tafuakan yang merasa yakin kalau anak ketiganya itu meninggal dunia setelah disuanggi oleh Arnoldus Pai.

Kecurigaan tersangka sangat kuat karena dua hari sebelum anaknya meninggal korban tertangkap mata membuang empat buah batu kecil dan mengosok gosokkan telapak kakinya di depan pintu rumah pelaku. Hal ini dinilai pelaku sebagai bagian dari ritual santet.

Tanpa berpikir panjang, pelaku yang sudah emosi membuntuti korban dan hanya beberapa meter dari pintu rumah duka, tersangka langsung menebas leher dan betis kaki kiri korban hingga korban tersungkur dan tewas seketika di depan rumah duka.

Menurut dr. Made dari tim Forensik Polda NTT, hasil otopsi petugas Forensik Polda NTT ditemukan luka menganga akibat hantaman benda tajam di bagian leher yang menyebabkan tulang leher korban putus serta luka di paha kiri hingga ke tulang paha.

Daniel Tafuakan kepada penyidik mengaku dendam dan berniat menghabisi korban karena telah mengakibatkan putrinya sakit keras hingga meninggal dunia.
Usai membantai korban, tersangka langsung mengamankan diri kepada petugas kecamatan setempat dan menyerahkan diri kepada aparat Polres Kupang.

Wakapolres Kupang, Kompol Anton mengatakan, dari haril pemeriksaan sementara tersangka nekat menghabisi korban karena meyakini korban telah menyantet putri tersangka hingga akhirnya meningal setelah sakit selama sebulan. Pengakuan tersangka yang menganggap korban tukang santet dibantah oleh sejumlah warga.

Sementara itu Soleman selaku Ketua RT 02/RW 01 Dusun 1 mengaku, antara korban dan pelaku sebenarnya tidak terlibat konflik sebelumnya. Korbanpun terkenal sebagai pribadi yang baik bahkan keduanya masih memiliki hubungan keluarga.

Kini tersangka harus menghadapi tuntutan hukum karena dijerat pasal pembunuhan berencana dan bakal menghabiskan sebagian waktu hidupnya di balik jeruji besi sel.

Comments

Popular posts from this blog

Tusuk 2 TNI, Pelaku Curanmor Tewas Dimassa

Hate Crime dan Kekerasan terhadap kelompok Lesbian

JENIS-JENIS KEJAHATAN KOMPUTER DAN INTERNET