Dampak Koneksi Internet Bagi Kesehatan


Hasil gambar untuk koneksi internet
Teknologi memudahkan manusia untuk menjalani berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. namun, di balik itu, perlu pula diwaspadai efeknya bagi kesehatan.
======================
Bagi Anda yang biasa bermain internet, tentu cukup akrab dengan teknologi WiFi. Sebuah teknologi yang sangat membantu manusia untuk terkoneksi ke jejaring internet, menjelajah internet menjadi lebih cepat dan mudah. Sebagian besar pengguna smartphone dan gadget lebih memilih untuk memanfaatkan WiFi daripada menggunakan kuota internet paket data mereka yang ada di ponsel terlebih ketika men-download sesuatu yang memiliki kuota besar. Memang tidak salah, namun perlu dipahami bagaimana dampak teknologi WiFi terhadap kesehatan si pengguna.
Sebagaimana dilansir Trentekno.com baru-baru ini, WiFi tidak lepas dari bahaya yang dapat merugikan kesehatan manusia yang menggunakannya. Beberapa bahaya yang dapat muncul, antara lain:
Penyebab kanker payudara. Hal ini sebenarnya masih perlu diteliti lebih lanjut. Tapi, telah acap ditemui bahwa paparan radiasi elektromagnetik mampu meningkatkan risiko pengembangan tumor. Salah satu kasus terjadi pada seorang wanita berumur 21 tahun. Ia mengalami kanker payudara, walaupun tidak ada riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara. Ternyata, tumor pada payudaranya tumbuh di area tempat biasa ia menaruh HP di branya.
Menurunkan kualitas sperma. Sudah banyak info tentang panas yang ditimbulkan oleh laptop dapat membunuh sperma. Ternyata bukan cuma panas yang mampu merusak kejantanan Anda. Paparan radiasi WiFi juga mampu mengurangi gerakan sperma dan menyebabkan fragmentasi DNA, baik pada hewan maupun tumbuhan.
Menurunkan kesuburan. Selain kejantanan laki-laki, kesuburan wanita pun terancam oleh paparan radiasi WiFi. Frekuensi yang dihasilkan oleh WiFi dapat mencegah implantasi telur. Bahkan, mampu mengakibatkan kehamilan abnormal pada wanita.
Susah tidur. Paparan radiasi WiFi dapat menyebabkan insomnia alias penyakit susah tidur yang kronis. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat WiFi ternyata mampu mempengaruhi pola gelombang di dalam otak sehingga menjadi lebih sulit tidur pulas. Kesimpulan ini didapat dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 di Amerika.
Pusing kepala. Paparan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh WiFi mampu pula mempengaruhi gelombang otak. Sehingga, kepala akan terasa berat dan pusing. Bahkan dapat berbahaya bagi Anda yang sering mengalami vertigo.
Menghambat pertumbuhan anak dan remaja. Dalam sebuah penelitian di Austria pada tahun 2009, diketahui bahwa frekuensi radio yang dihasilkan oleh gelombang WiFi dapat menghambat pertumbuhan sel, terutama pada janin di dalam kandungan. WiFi juga bisa menghambat pertumbuhan anak-anak dan remaja. Jadi, memperkenalkan perangkat gadget dan sinyal WiFi kepada anak-anak usia dini bukanlah hal yang baik.
Menurunkan fungsi otak. Sejumlah ilmuwan di Denmark menguji dampak radiasi 4G pada fungsi otak pada tahun 2013 dengan menggunakan teknologi MRI. Hasilnya, orang-orang yang terkena paparan radiasi 4G mengalami penurunan fungsi dan aktivitas di otaknya.
Kurangi aktivitas otak. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 30 orang sukarelawan pria dan wanita, ternyata aktivitas otak manusia dapat berkurang setelah terpapar radiasi WiFi sebesar 2,4 GHz. Pengurangan aktivitas dan energi otak ini paling besar terjadi pada wanita.
Picu stres jantung. Paparan radiasi WiFi ternyata juga mampu meningkatkan denyut jantung menjadi jauh lebih cepat daripada denyut normal. Denyut jantung yang begitu cepat ini seperti orang yang sedang dalam himpitan stres yang tinggi.
Sebab itu, mari kita memanfaatkan teknologi seperlunya agar minimal berefek bagi kesehatan. (BN)

Comments

Popular posts from this blog

Tusuk 2 TNI, Pelaku Curanmor Tewas Dimassa

Hate Crime dan Kekerasan terhadap kelompok Lesbian

JENIS-JENIS KEJAHATAN KOMPUTER DAN INTERNET