Studi: Kasus Bunuh Diri Remaja Kulit Hitam AS Meningkat



Dalam sejarahnya remaja kulit putih di Amerika Serikat memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi daripada remaja kulit hitam.

Studi: Kasus Bunuh Diri Remaja Kulit Hitam AS Meningkat
Ilustrasi (LIHEE AVIDAN)
 
Kasus bunuh diri remaja kulit hitam di AS meningkat, berbanding terbalik dengan kasus serupa pada remaja kulit putih, menurut sebuah studi terbaru.
Bunuh diri merupakan kasus yang jarang terjadi pada anak-anak yang sangat muda, tapi kasus itu ada, kata penulis utama The Research Institute di Nationwide Children Hospital di Columbus, Jeffrey A. Bridge kepada Reuters Health melalui email.
"Awalnya saya berfikir kami telah membuat kesalahan dalam analisis karena dalam sejarahnya remaja kulit putih di Amerika Serikat memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi daripada remaja kulit hitam," kata Bridge.
Dia dan rekan-rekannya telah meneliti kasus bunuh diri di kalangan anak-anak usia 5 sampai 11 tahun antara tahun 1993 dan 2012.
Sebanyak 657 anak meninggal karena bunuh diri dalam rentang waktu itu - rata-rata 33 anak per tahun, kata para peneliti menambahkan sekitar 84 persen kematian terjadi di kalangan anak laki-laki.
Peningkatan kasus bunuh diri di kalangan anak-anak kulit hitam khusus anak laki-laki, meningkat dari 1,8% sampai 3,5% untuk setiap 1 juta anak.
Sementara untuk remaja laki-laki kulit putih, angka bunuh diri menurun dari 2% menjadi 1,3% per satu juta anak selama 20 tahun.
Banyak faktor - termasuk peningkatan pengalaman kekerasan dan trauma atau stress, kata Bridge.
Anak-anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga berada pada risiko tinggi untuk bunuh diri, menurut penelitian, dan orang-orang yang dianiaya di rumah secara berlarut-larut atau terlibat kasus perceraian yang rumit, juga berisiko, katanya.
"Orang tua harus tahu bahwa anak-anak di bawah usia 12 kadang-kadang berpikir tentang bunuh diri," kata Bridge. "Sangat penting untuk menyanyakan anak-anak secara langsung tentang bunuh diri jika ada kekhawatiran."
"Orang tua yang melihat tanda-tanda ini harus mempertimbangkan untuk membawa anak keada seorang profesional kesehatan mental," katanya.
sumber: http://www.klikpositif.com

Comments