Posts

Saatnya Mengubah Pendekatan Labelling

note: artikel ini ada di halaman 397 buku "Tito Karnavian Dalam Pusaran Terorisme: Catatan dari Tepian Musi ke Puncak Tribrata", Jakarta: PT Warta Mandiri, 2017 Salah satu program ketika memulai mengemban tugas sebagai Kepala Polri (Kapolri), Jenderal  Tito Karnavian, adalah program penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal dengan deteksi dini dan deteksi aksi dalam rangka pemetaan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi. Jenderal Tito ingin membangun daya cegah dan daya tangkal warga dan merajut kerja sama dengan stakeholder lain. Dia ingin mengintesifkan kegiatan dialogis di kantong-kantong kelompok radikal pro-ekerasan dan intoleransi dan penegakan hukum secara optimal. Saat ini kepolisian –terutama setelah terbentuknya Detasemen Khusus 88 Antiteror yang akrab disebut Densus 88—tampaknya sudah terlanjur memberikan label atau cap kepada kelompok radikla pro-kekerasan dan intoleransi sebagai kelompok teroris. Sayangnya lagi, la...

Playing Victim

Image
25 Februari 2011 Mirna Kamu tahu ‘playing victim’? Playing victim adalah bersikap seolah-olah dirinya adalah orang paling menderita sedunia. Saya menyebut orang yang memiliki sikap seperti ini sebagai ‘playing victim player’. Saya tahu, sebagian orang terutama perempuan suka sekali ‘playing victim’. Bertemu teman, yang dibicarakan hanya betapa sengsaranya ia, betapa jahat bosnya, betapa repot kerjaannya, betapa rewel pasangannya, bla bla bla. Parahnya lagi, kalau temannya juga setipe dengannya. Setelah mendengarkan curhat temannya itu, ia justru berkata, “Ah, kamu sih mending. Bosku/pasanganku/kerjaanku lebih parah dari itu”. Kemudian, ia ikutan ngeluh tentang hidupnya plus ditambahi efek-efek dramatis agar kedengarannya hidupnya jauh lebih menderita dari temannya itu. Sakit, ih. Tapi yah, begitulah perempuan. *ditimpuk wanita sejagad raya* haha… ralat… ralat… semua orang bisa terjangkit penyakit ini, kok. Terus, gimana kalau teman satunya lagi tidak suka permainan ya...

Teknologi Usang Pita Magnetik ATM Rentan Kejahatan

Image
Ilustrasi Kejahatan yang melibatkan mesin ATM masih kerap terjadi. Dan, tak jarang akibat ulah kejahatan ini bisa merugikan hingga ratusan juta. Karena prasarana yang kurang aman, Indonesia disebut masih menjadi lokasi favorit kejahatan siber. Beberapa indikasi mengapa prasarana perbankan kurang aman menurut Pratama Persadha, Chairman CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), lebih dari 80 persen mesin ATM di Indonesia masih menggunakan Windows XP, padahal Microsoft sudah menghentikan dukungan keamanannya. Selain itu, teknologi kartu magnetik sekarang ini banyak digunakan pada kartu ATM nasabah merupakan teknologi lama. Pita magnetik tidak dilengkapi dengan enkripsi sehingga dapat dibaca oleh semua alat pembaca pita magnetik. Bahayanya, alat pembaca dan peng-copy data pada pita magnetik sudah banyak beredar yang dikenal dengan skimmer. "Sebenarnya ada yang lebih aman dari pita magnetic, yaitu teknologi chip. Chip di dalam kartu terse...